Chapter 07 – Asal usul timbulnya ide usaha dan usaha baru




A. Ide kewirausahaan

Wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahaan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terus-menerus.

Wirausaha dapat menciptakan nilai dengan cara merubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha. Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi, misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha perusahaan mengendalikan pasar dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen.

Menurut zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi, dengan cara :

a. Pengurangan kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif

b. Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin

c. Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Menurut zimmerer, kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus. Banyak ide yang betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluangtercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama.

B. Sumber ide awal pendirian perusahaan

Ada empat sumber utama, yaitu :

A. Pengalaman pribadi

Dasar utama ide awal adalah pengalaman pribadi, baik saat bekerja maupun di rumah. Pengetahuan yang didapatkan dari pekerjaan yang terakhir maupun sekarang seringkali membuat seseorang untuk melihat kemungkinanuntuk memodifikasi produk yang telah ada, memperbaiki pelayanan, menduplikasi konsep bisnis dalam lokasi berbeda.

B. Minat

Kadangkala minat tumbuh diluar statusnya sebagai minat dan menjadi bisnis.

C. Penemuan secara tidak sengaja

Dalam sumber yang ketiga ini melibatkan sesuatu yang disebut serendipitas (kemampuan menemukan sesuatu) atau sejenis kemampuan untuk membuat penemuan yang diinginkan secara tidak sengaja.

Siapapun dapat menemukan ide yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya wirausaha J.P Shyu yang menemukan ide hang it clip setelah dia mengalami kesulitan untuk menempelkan data teknik mesin pada dinding.

D. Pencarian ide dengan penuh pertimbangan

Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh wirausaha untuk menemukan ide baru, usaha pencarian yang sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran.

Ide kewirausahaan selalu muncul dari pemikiran kreatif. Ide muncul apabila kita memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas. Ide juga muncul dari mimpi-mimpi atau khayalan. Setelah ide atau khayalan muncul, Muncullah gagasan dan angan-angan.

Menurut zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausahawan dapat menciptakan peluang untuk memenuhi riil dipasar. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial, wirausahawan perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin terjadi dengan cara sebagai berikut :

1. Mengurangi kemungkinan risiko melalui starategi yang proaktif.

2. Menyebarkan risiko pada aspek yang paling mungkin.

3. Mengelola risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat.

Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko financial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Resiko teknik terjadi akibat adanya kegagalan teknik.

Cara untuk mengubah ide menjadi peluang antara lain :

1. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara atau metode yan lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.

2. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.

3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara untuk melakukan suatu pekerjaan.

Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. Banyak wirausahawan yang berhasil karena bukan atas idenya sendiri, tetapi hasil pengamatan dan penerpan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar